Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

HENTIKAN SEKARANG JUGA‼️.. Inilah Sholat Yang di Benci Allah dan Rasulullah, Ternyata Seperti Ini...


Salat merupakan rukun Islam pertama yang wajib dikerjakan oleh setiap Muslim, bahkan dalam kondisi yang sangat tidak memungkinkan sekalipun. Jika seseorang tidak mampu berdiri, Islam memberikan keringanan untuk salat dengan cara duduk, berbaring, bahkan dengan isyarat hati. Oleh karena itu, sangat tidak logis apabila ada seseorang yang mengaku beriman kepada Allah, namun dengan sengaja meninggalkan ibadah yang berfungsi sebagai tiang agama ini. Rasulullah SAW bersabda, "Inti dari segala perkara adalah agama Islam dan tiang penopangnya adalah salat." (HR. Tirmidzi).

​Namun, meskipun kedudukan salat sangatlah agung, tidak sedikit kaum Muslimin saat ini yang menganggap enteng ibadah tersebut. Alhasil, salat yang seharusnya mampu mendatangkan rida dan pujian dari Allah, justru berubah menjadi ibadah yang sangat dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya.

​Hilangnya Esensi Utama Salat: Tuma'ninah

​Esensi utama dalam ibadah salat adalah mencari ketenangan dan kekhusukan. Mengerjakan salat harus dilakukan dengan ketenangan yang dalam Islam dikenal dengan istilah tuma'ninah. Salat yang dikerjakan tanpa tuma'ninah dapat menghilangkan roh dari ibadah salat itu sendiri.


​Fenomena salat yang terburu-buru, cepat, dan tanpa jeda—layaknya gerakan cepat yang acak—sayangnya sering kali terjadi di sekitar kita. Padahal, Rasulullah SAW memberikan peringatan keras terhadap orang-orang yang gemar terburu-buru dalam salatnya. Beliau mengibaratkan orang yang salat tanpa tuma'ninah seperti seorang pencuri yang melakukan kejahatan paling buruk.

​Rasulullah SAW bersabda: "Sejahat-jahat pencuri adalah orang yang mencuri dari salatnya." Para sahabat kemudian bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana dia mencuri dari salatnya?" Beliau menjawab, "Orang yang tidak menyempurnakan ruku dan sujudnya." (HR. Ahmad).

​Kisah yang Menjadi Pelajaran

​Peringatan tegas ini berangkat dari sebuah peristiwa di masa Rasulullah SAW. Suatu hari, setelah selesai melaksanakan salat berjamaah, ada seorang laki-laki masuk ke dalam masjid dan langsung mengerjakan salat sendirian. Namun, laki-laki tersebut melakukan gerakan ruku dan sujud dengan sangat cepat tanpa adanya jeda sama sekali.

​Melihat fenomena tersebut, Rasulullah SAW langsung berkata di hadapan para sahabatnya: "Apakah kalian menyaksikan gerakan sholat laki-laki tersebut? Barang siapa yang semasa hidup melakukan salat seperti itu, maka dia meninggal tidak dalam keadaan Islam."

​Tak hanya itu, Rasulullah SAW juga mengibaratkan model salat kilat seperti itu bagai burung gagak yang sedang mematuk darah, atau seperti orang kelaparan yang hanya memakan sebutir atau dua butir biji kurma sehingga tidak pernah merasakan kekenyangan.

​Sempurnakan Rukun Salat Kita

​Dalam buku Agar Sholatmu Makin Khusyuk karya Syekh Muhammad Shalih al-munajid, dijelaskan bahwa salah satu dosa besar bagi orang yang mengerjakan salat adalah tidak memperhatikan rukun salat, yaitu tuma'ninah.

​Memang benar bahwa perkara diterima atau tidaknya suatu amalan sepenuhnya merupakan hak prerogatif dan ketentuan Allah SWT. Namun, sebagai umat Muslim yang taat, kita wajib mengetahui dan mengamalkan aturan bahwa ibadah-ibadah yang telah ditetapkan rukunnya tidak boleh diubah, dikurangi, apalagi dilanggar demi kenyamanan sesaat.

​Mari kita perbaiki kualitas salat kita mulai hari ini. Hentikan kebiasaan salat terburu-buru dan mulailah menyempurnakan rukun serta tuma'ninah agar salat kita mendatangkan pahala, bukan justru kebencian dari Allah dan Rasul-Nya. Semoga Allah SWT senantiasa menerima ibadah salat kita. Amin ya Rabbal Alamin.